Look Ma, BBM Makin Mahal!

Finally, nge-Blog lagi….

Akhir-akhir ini isu kenaikan harga BBM sedang panas-panasnya (bukan hangat lagi). Di sana sini mahasiswa berdemo menolak kenaikan BBM. 2005 lalu, saya pernah nge-post masalah ini, dan terulang lagi, memang fenomena yang menarik untuk berhenti kopdarkembali nge-blog.

2005 lalu, harga minyak mentah di pasaran dunia meningkat jadi US$69/barrel, yang mau tak mau pemerintah harus menaikkan harga BBM nasional demi menyelamatkan keuangan negara. Kali ini harga minyak mentah terus melambung tinggi, melewati US$110/barrel. Lagi-lagi pemerintah tak punya pilihan kecuali menaikkan harga BBM.

Bukankah Indonesia termasuk penghasil minyak mentah? Kenapa harus kebakaran jenggot dengan melambungnya harga minyak mentah dunia? Mestinya kita senang dong, bisa memanfaatkan peluang untuk meraih windfall profit.

Sayangnya, kenyataan tak berpihak pada Indonesia. Produksi minyak Indonesia tidak mencukupi bahkan untuk kebutuhan nasional saja, bagaimana mau dijual? Produksi minyak Indonesia paling tinggi terjadi pada tahun 1977 dan 1995, sebanyak 1,62 juta barrel per hari, ketika itu minyak dunia masih dibawah US$20/barrel. Setelah itu, produksi minyak Indonesia terus turun hingga tahun 2007 hanya sekitar 950.000 barrel per hari, jauh dari konsumsi nasional yang diatas 1 juta barrel per hari. (sumber Kompas)

Nah, sedangkan setiap penurunan 10.000 barrel produksi minyak, mengakibatkan kehilangan penerimaan negara sebanyak 2 Triliun Rupiah. Sedangkan setiap kenaikan US$1, berpotensi menambah penerimaan Rp 300 M. Tapi ya itu, produksi minyak Indonesia tidak mencukupi.(Sumber Kompas, lagi)

Rencananya, BBM jenis premium akan naik sekitar 30%, menjadi Rp 6.000, dari semula Rp 4.500 (CMIIW). Banyak wacana yang menyebutkan akan ada jutaan orang miskin baru di Indonesia. Sekedar info, kenaikan BBM 2005 lalu, imbasnya baru mereda setelah 1 tahun. Jadi tak heran demo banyak digelar disana-sini. Tapi menurutku, mereka (pendemo) hanya sia-sia buang waktu, duit dan tenaga. Mengapa?. Sudah jelas, harga miinyak dunia melambung tinggi. Mau nyuruh pemerintah menggenjot produksi? Tidak mungkin dalam waktu cepat, soalnya kebanyakan perusahaan migas lokal sifatnya hanya sebagai broker.

Saya pribadi menerima keadaan ini (harga BBM naik), meskipun saya sudah terkena imbasnya sejak harga minyak dunia tembus US$100/barrel. Ya, saya pengguna BBM non subsidi. Bukan bermaksud sok gantengsombong. Hal itu demi efisiensi.

Kok bisa? kan BBM non subsidi mahal, bisa 2x lipat harga premium.

Gini deh, premium yang sekarang itu Oktannya cuman 88 (katanya ada Bio Premium yang oktannya 90 ya?), sedangkan pertamax oktannya 92 (pertamax plus 95). Secara teori, bahan bakar yang mempunyai oktan lebih tinggi tidak mudah terbakar sebelum terpercik api dari busi (spark). Jika hasil kompressan udara dan bahan bakar meledak dahulu sebelum terpecikki api, maka terjadi knocking yang berarti bahan bakar tersebut terbakar sia-sia.

Jadi untuk efisiensi, saya menggunakan Pertamax dan motor injeksi. Karena injeksi bahan bakar dapat mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara yang lebih tepat, baik dalam proporsi dan keseragaman. sehingga lebih hemat, mengurangi polusi, dan tenaga yang melimpah. Hebat kan? efisiensi bahan bakar, iya. Mengurangi efek global warming, juga iya..

Kenapa gak pertamax plus aja sekalian? toh harganya gak beda jauh...

Ternyata si ‘bebek suntik’ gak suka minum Pertamax Plus, tenaganya jadi ngempos di RPM tinggi, gak tau kenapa, yang pasti pake pertamax plus bisa lebih hemat lagi.

Mungkin jika pemerintah menaikkan harga BBM dibarengi peningkatan okan premium menjadi RON 90, rakyat awam tidak merasa pemerintah menaikkan harga BBM semena-mena.

Jangan berlarut-larut mikirin kenaikan harga BBM, pikirkan bagaimana menyiasatinya. Oke, kebutuhan pokok semua pasti bakal naik, cari tambahan penghasilan dong… Susah? gak punya waktu? mulailah berhemat. Dimulai dari perilaku berkendara, pilih yang irit, kendaraan kencang cuman opsi, tapi irit itu wajib.

*lanjutin maen simulasi manajemen penerbangan di Airline Mogul*

gambar dari foto.saft7.com

11 thoughts on “Look Ma, BBM Makin Mahal!

  1. akhirnya ngeblog juga , kangen juga ma tulisannya
    setuju tuch , yang penting nyari solusinya
    mungkin maknanya hampir sama dengan postingan saya yang terbaru

  2. Wah makin gila-gilaan BBM sekarang T_T, gimana nanti mau punya mobil ^o^. Harusnya ada juga solusi kalau penghematan BBM dengan naik kendaraan umum, tetapi kendaraan umum yang menunjang, bukan ugal-ugalan… (sapa mau maik :P)

  3. Demo memang bakalan sia-sia. Mau di demo 7 *24 jam pun, rencana kenaikan harga BBM bakalan tetap berjalan, kalau harga minyak mentah terus meroket.

    Tapi daripada bengong di kampus kan mendingan ikutan demo :p

  4. makanya…
    kemarin, sewaktu saya tersadar kalo sandal saya belang sebelah, saya urungkan niatan untuk balik ke rumahmu Ri…
    ngirit bensin boss !!!!

    *ngeles,,,, padahal ga kuat nahan kantuk

  5. pemeintah ki yo aneh, kita disuruh hemat BBM, padahal penjualan kendaraan bermotor nggak dibatasi, impornya jg. lha kok mau enaknya aja, terima duit bea cukai, tp tetep mo irit make BBM juga. sing susah rakyat, beli motor bisa murah, tp beli BBM mahal..

  6. dan hari ini BBM sudah naik!

    *lom ngecek ke SPBU siy

    huhuhuhuhu… rakyat udah miskin makin miskin, pejabat yang korup makin banyak dan makin kaya aja ^^

  7. Ari,

    Saya butuh bantuannya -segera- untuk memperpanjang 2 domains yang sudah habis masa berlakunya.

    Thanks,
    YPS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s