Month: May 2008

Look Ma, Aku Malu Jadi Mahasiswa!

Saya gak habis pikir, jikalau saya menjadi orang tua mahasiswa yang mengacungkan kayu kearah aparat pada gambar di samping. Dibiayain mahal-mahal untuk kuliah di ibukota, bukanya membanggakan ortu, malah bikin cemas.

Semenjak pemerintah benar-benar menaikan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi, demo menolak kebijakan tak populer pemerintah menjamur, mulai dari ibu-ibu rumah tangga hingga anggota DPR, tak ketinggalan mahasiswa. Saya sejujurnya juga gak kepingin harga BBM bersubsidi naik. Tanyalah kepada siapapun, siapa yang ingin membeli BBM lebih mahal daripada hari kemarin.

Saya setuju jika mahasiswa membela rakyat kecil. Saya setuju jika mahasiswa berpihak kepada rakyat miskin yang semakin terjepit himpitan ekonomi. Tapi tidak dengan anarkhisme. Mau pake alasan SBY-JK menaikan harga BBM? Duh.. apa gak baca koran atau berita? katanya mahasiswa? Tau kan kalau harga BBM tanggal 29 Mei 2008 berada dikisaran US$ 130/barrel? Tau kan kalau itu dipicu oleh melemahnya ekonomi AS yang notabene sebagai konsumen produk minyak terbesar didunia? Tau kan kalau Cina lagi rakus minta BBM untuk persiapan Olimpiade Beijing Agustus besok? Katanya mahasiswa? Mestinya protes sama pemerintah AS atau China. Mau bilang Indonesia kaya minyak? Lha para aset bangsanya pada sibuk demonstrasi, bukanya belajar yang serius, cepat lulus. Katanya mahasiswa?

Continue reading “Look Ma, Aku Malu Jadi Mahasiswa!”

Advertisements

Look Ma, BBM Makin Mahal!

Finally, nge-Blog lagi….

Akhir-akhir ini isu kenaikan harga BBM sedang panas-panasnya (bukan hangat lagi). Di sana sini mahasiswa berdemo menolak kenaikan BBM. 2005 lalu, saya pernah nge-post masalah ini, dan terulang lagi, memang fenomena yang menarik untuk berhenti kopdarkembali nge-blog.

2005 lalu, harga minyak mentah di pasaran dunia meningkat jadi US$69/barrel, yang mau tak mau pemerintah harus menaikkan harga BBM nasional demi menyelamatkan keuangan negara. Kali ini harga minyak mentah terus melambung tinggi, melewati US$110/barrel. Lagi-lagi pemerintah tak punya pilihan kecuali menaikkan harga BBM.

Bukankah Indonesia termasuk penghasil minyak mentah? Kenapa harus kebakaran jenggot dengan melambungnya harga minyak mentah dunia? Mestinya kita senang dong, bisa memanfaatkan peluang untuk meraih windfall profit.

Continue reading “Look Ma, BBM Makin Mahal!”