Month: February 2008

Look Ma, eXtra Large!

Extra LargeExtra Large (XL), Antara Aku, Kau dan Mak Erot. Film lokal teranyar besutan sutrada Monty Tiwa, yang sekaligus juga penulisnya. Dalam benakku, film ini pasti berorientasi seksualitas, seperti Quickie Express atau Kawin Kontrak, lagi ngikutin musim semata. Paling-paling dibumbui sedikit humor.

Scene pertama sudah ada adegan ‘mobil bergoyang’. Meskipun tidak jelas, tapi ini sudah membuktikan kalau ini adalah merupakan adegan sepasang manusia sedang bercinta. Dari sejak pertama pula, saya menjudge kalo film ini tidak lebih dari sekedar dari cerita tanpa arti, yang sedikit renyah. Tapi penilaian tersebut berubah setelah keluar dari studio 1 Grand 21 Solo Grand Mall.

Dua hari sebelumnya, saya terlibat adu mulut dengan kekasihku, yang membuat kami agak dingin untuk beberapa hari kedepan. Jadi terpaksa nonton eXtra Large seorang diri. Dan saya merasa beruntung banget sempat menonton film ini. Entah karena kebetulan, tokoh dalam film tersebut bernama intan, seorang pe’cun yang disewa Deni dalam rangka Praktek Kerja Lapangan. Dan ternyata kekasihku juga namanya Intan. pertama gak percaya, kemungkinan salah dengar, tapi seterusnya saya yakin tokoh tersebut bernama Intan. Dan akhirnya saya mengacungi 2 jempol untuk Monty Tiwa (kalo tambah 2 jempol lagi, takut dikira gak sopan). Ia tidak sekedar menyuguhkan film pelepas stress dan jenuh, tapi juga menyelipkan arti besar dibalik ceritanya.

Continue reading “Look Ma, eXtra Large!”

Advertisements

Look Ma, Lawang Sewu!

Rabu kemarin (6/2) temen-temen Loenpia.net dapat serangan sporadis dari cahandong yang bermarkas di Jogjakarta. Antara lain, Zam, Anto, Alex, Leksa, Goen, Pangsit dan Gandung.

Serangan cahandong juga dibantu kemudian oleh Mas Iman. Tentu saja teman-teman Loenpia tidak mau tinggal diam, rencana penyambutan sudah diatur sedemikian rupa, meskipun faktor cuaca sedikit mengganggu rencana yang sudah disusun dengan rapi.

Teman-teman CA tiba di gerbang kota Semarang kira-kira pukul sepuluh malam, saya batal mengusung senjata. Karena hujan di malam tahun baru Imlek cukup deras. Akhirnya teman-teman CA berhasil menembus pertahanan, dan dengan sukses menguasai pos pertahanan terdepan, rumah Adi Didut.

Pagi harinya, ada serangan susulan dari ibukota negara, kali ini lewat serangan udara. Saya, Faniez dan Munip sudah bertekad akan ‘menyambut’ dengan ranpur. Tapi apa mau dikata, cuaca juga tak bersahabat. Mas Iman sudah bergabung dengan CA dan rekan-rekan Loenpia yang ‘tertawan’ di pos Gombel. Mau tidak mau , saya dan Faniez menyerahkan diri bersama kendaraan. Setibanya di pos Gombel, ternyata teman-teman CA beserta Mas Iman dan seorang tawanan, Fian, sedang melakukan penyerangan ke Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong, tetapi menurut kabar, tempatnya dilindungi oleh kabut tebal.. Continue reading “Look Ma, Lawang Sewu!”

Look Ma, Im Dreaming!

Crying - Skrinsut dari The Witch

Sesuai jadwal akhir minggu, tim betemen Loenpia.net mencoba peruntungan melepas penat dengan bermain PlayStation di rumahku. Dimulai dengan selepas Isya’ hari sabtu, hingga menjelang Maghrib keesokan harinya. Kebetulan, kemarin diisi dengan acara belah makan durian, jadi ada sebagian yang mabuk durian, ada yang kemudian terlelap hingga Maghrib, ada juga yang saluran pembuangannya mampet, alias emisi buangannya tidak mau keluar. Hingga akhirnya ada Lowo, H4rs, Teguh dan Niff yang masih tersisa hingga pukul sepuluh malam, melewati batas waktu jam operasional tim betemen.

Tentunya sudah tidak ada lagi tenaga tersisa pada saat itu, mengingat pagi harinya, beberapa dari tim betemen bermain polo air di kolam renang. Lengkap sudah penderitaannya, badan pegal-pegal gak karuan, stamina yang tinggal menyisakan ‘Emergency Use Only‘ ditambah keharusan beraktifitas pada senin pagi. Pak dhe h4rs akhirnya memutuskan menginap lagi di rumahku. Setelah sedikit kerja bakti, it’s time to sleep, kamar sudah ku-set agar bersuhu sedingin bandungan, 19 derajat celcius, demi atas nama kenyenyakan tidur.

Continue reading “Look Ma, Im Dreaming!”