Category: Opini

Look Ma, It’s Magic!

Selama bertahun-tahun mengarungi aspal jalanan, yang menjadi perhatian utama kita adalah; konsumsi bahan bakar. Bepergian dari satu tempat ke tempat lain pasti yang menjadi prioritas utama rencana adalah konsumsi bahan bakar. Tidak penting apakah saya bisa nyaman dengan kendaraan, tak terlalu penting apakah kendaraan kita mendapat perhatian ratusan pasang mata disepanjang jalan. Yang sering menjadi acuan rencana adalah; bagaimana memilih rute terdekat. Pemilihan rute mempunyai makna agar kita lebih cepat mencapai tujuan dengan menggunakan bahan bakar seefisien mungkin.

Baru-baru ini saya diajak untuk mencoba sebuah kendaraan roda dua terbaru produksi pabrikan berlambang garputala, Yamaha. Yang mana motor tersebut diklaim oleh penciptanya jauh lebih irit konsumsi bahan bakarnya dibanding generasi sebelumnya ataupun motor sejenisnya dipasaran.

Is it real? or just trick

Nozzle Pump Illustartion

Continue reading “Look Ma, It’s Magic!”

Look Ma, The Special One…

Jika ada orang yang mampu menghidupkan suasana, ia layak disebut the special one. Jika ada orang yang mampu meriuhkan keadaan, ia pantas dijuluki the special one. Jika ada seseorang yang mampu membuat orang-orang disekitarnya tersenyum, dia pantas dijuluki the special one. Sebaliknya, jika ada seseorang yang sanggup membuat orang lain emosi, dia pantas dijuluki the special one. Apakah the special one itu si Jose Mourinho, pelatih Inter Milan itu? Hmmm.. bukan dia obyek topik kali ini.

Continue reading “Look Ma, The Special One…”

Look Ma, Aku Malu Jadi Mahasiswa!

Saya gak habis pikir, jikalau saya menjadi orang tua mahasiswa yang mengacungkan kayu kearah aparat pada gambar di samping. Dibiayain mahal-mahal untuk kuliah di ibukota, bukanya membanggakan ortu, malah bikin cemas.

Semenjak pemerintah benar-benar menaikan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi, demo menolak kebijakan tak populer pemerintah menjamur, mulai dari ibu-ibu rumah tangga hingga anggota DPR, tak ketinggalan mahasiswa. Saya sejujurnya juga gak kepingin harga BBM bersubsidi naik. Tanyalah kepada siapapun, siapa yang ingin membeli BBM lebih mahal daripada hari kemarin.

Saya setuju jika mahasiswa membela rakyat kecil. Saya setuju jika mahasiswa berpihak kepada rakyat miskin yang semakin terjepit himpitan ekonomi. Tapi tidak dengan anarkhisme. Mau pake alasan SBY-JK menaikan harga BBM? Duh.. apa gak baca koran atau berita? katanya mahasiswa? Tau kan kalau harga BBM tanggal 29 Mei 2008 berada dikisaran US$ 130/barrel? Tau kan kalau itu dipicu oleh melemahnya ekonomi AS yang notabene sebagai konsumen produk minyak terbesar didunia? Tau kan kalau Cina lagi rakus minta BBM untuk persiapan Olimpiade Beijing Agustus besok? Katanya mahasiswa? Mestinya protes sama pemerintah AS atau China. Mau bilang Indonesia kaya minyak? Lha para aset bangsanya pada sibuk demonstrasi, bukanya belajar yang serius, cepat lulus. Katanya mahasiswa?

Continue reading “Look Ma, Aku Malu Jadi Mahasiswa!”