Look Ma, It’s Magic!

Selama bertahun-tahun mengarungi aspal jalanan, yang menjadi perhatian utama kita adalah; konsumsi bahan bakar. Bepergian dari satu tempat ke tempat lain pasti yang menjadi prioritas utama rencana adalah konsumsi bahan bakar. Tidak penting apakah saya bisa nyaman dengan kendaraan, tak terlalu penting apakah kendaraan kita mendapat perhatian ratusan pasang mata disepanjang jalan. Yang sering menjadi acuan rencana adalah; bagaimana memilih rute terdekat. Pemilihan rute mempunyai makna agar kita lebih cepat mencapai tujuan dengan menggunakan bahan bakar seefisien mungkin.

Baru-baru ini saya diajak untuk mencoba sebuah kendaraan roda dua terbaru produksi pabrikan berlambang garputala, Yamaha. Yang mana motor tersebut diklaim oleh penciptanya jauh lebih irit konsumsi bahan bakarnya dibanding generasi sebelumnya ataupun motor sejenisnya dipasaran.

Is it real? or just trick

Nozzle Pump Illustartion

Jum’at, 16 Maret 2012. Saya diajak untuk membuktikan apa yang diklaim oleh Yamaha. Motor tersebut adalah Mio J. Penerus dari keluarga motor matic Mio yang melegenda. Mio J ini benar-benar generasi baru, tidak hanya ganti baju saja, it’s completely reborn. Dengan sistem pembakaran bahan bakar berupa fuel injection, adalah salah satu perbedaannya, meninggalkan tipe karburator milik kakaknya.

Yamaha Mio J

Saya sadar, saya tak akan bisa membuktikan betapa iritnya Mio J ini. Kenapa? Pertama, bahwa ini adalah motor untuk kebutuhan perkotaan, yang mana konsep awalnya dipasarkan untuk konsumen wanita. Dengan kata lain keluarga Mio adalah motor kecil, ringan tapi lincah dan responsif. Faktanya adalah bobot tubuh saya jauh lebih berat daripada Mio J itu sendiri! Fyi, Mio J ini mempunyai berat ‘hanya’ 92 Kg. Dengan kata lain, unit motor yang saya gunakan membawa beban 2 orangūüė¶. Kedua, bahwa postur tubuh saya yang tinggi, yang berarti menambah nilai coefficient of drag dan frontal area.

Dari fakta tersebut, jelas saya tak bisa membuktikan keiritan Mio J ini. Karena bertentangan dengan perilaku green driving.

Berarti Kamu tidak bisa membuktikan keiritan Mio J ini dong?

Sabar, ceritanya belum selesai.

Rute test drive ini adalah dari Purwokerto hingga Jogjakarta, dengan jarak 208 km. Pesertanya adalah penggiat jurnalis, mulai dari wartawan, bloger hingga utusan dealer Yamaha dan komunitas motor.

Kesan pertama buat Mio J ini; desain simpel, tidak terlalu futuristis. Tempat duduk lebih lebar. Pijakan kaki juga lebih lebar. Tarikan enak. Untuk mencapai kecepatan ekonomis tak butuh waktu lama. Thanks to Yamaha’s latest technology: YMJet-FI (Yamaha Mixture Jet Fuel Injection) dan Advanced Low Frictions Technology.

Kenyamanan? It’s perfectly fit untuk kamu yang mempunyai postur sekitar 165cm hingga 175cm. Untuk 2 jam berkendara. Lebih dari itu? Hmmm.. saran saya istirahatlah setiap 2 jam perjalanan.

Kondisi tes ini adalah; ukuran tekanan ban yang selalu dipantau ketika istirahat, bahan bakar Pertamax Plus (RON 95), dan kecepatan hampir konstan disekitaran 60-75 km/h.

Menyusuri jalur selatan pulau jawa, dengan bantuan Patroli pengawalan (patwal), mempertahankan kecepatan konstan tidaklah susah. Dengan waktu tempuh sekitar 6 jam, tibalah saya dan rombongan di kota Jogjakarta. tinggal menunggu mekanik Yamaha menghitung konsumsi bahan bakar untuk setiap unit motor.

Hasil konsumsi bahan bakar telah diumumkan. Hasilnya? Rekor paling irit didapat dengan 70 km/l. what the fvck!! Konsumsi bahan bakarku hanya 58km/l dibawah rata-rata yang 62 km/l. Oke, 70 km/l itu sebuah hasil yang fantastis. Sebagai perbandingan Mio terdahulu punya konsumsi bahan bakar disekitaran 45 km/l.

Dengan segala fakta yang saya jabarkan diatas, 58 km/l itu termasuk fantastis. dengan kapasitas tangki mencapai 4,8 liter. Butuh 230-an kilometer sebelum kamu diingatkan untuk mampir ke SPBU

Penasaran saya terungkap. Ketika pihak Yamaha menjelaskan kenapa Mio J bisa meraih konsumsi BBM hingga 70 km/l.

YMJet-FI cutPertama. Teknologi YMJet-FI. Ada dua fitur¬† yang paling berperan disini, yaitu: Air Assist Passage dan Butterfly Valve. Air Assist Passage adalah jalur kedua selain Intake manifod. Berduet dengan Butterfly valve, yang mana pada putaran rendah katup pertama akan membuka sedikit, sehingga aliran udara tidak melewati Main Intake Manifold, melainkan melewati Air Assist Passage tadi. Kira-kira pada 5000 RPM, baru kedua katup tersebut akan terbuka penuh. Dengan bantuan injector 4 lubang dengan sistim stronger tumbl + swirl, menghasilkan simulasi turbulensi yang mencciptakan kabut bensin, instead of hujan bensin pada model ‘mesin suntik’ pada umumnya. (Pada gambar tertulis sub-port)

Intinya, YMJet-Fi ini membuat sebuah jalur udara tambahan disamping jalur utamanya untuk menciptakan air assist yang berpengaruh pada campuran molekul udara dan molekul bensin yang menjadikannya sangat efisien. (Learn more)

air assist passage

Kedua. Advance low frictions technology. Setiap komponen bergerak dalam crankcase dibuat rendah gesekan, termasuk DiAsil Cylinder dan Forged piston spesial milik Yamaha. Efeknya? mengurangi Energy loss akibat gesekan.

Oke, jadi YMJet -Fi ini mengefisiensikan pembakaran dengan tetap atau meningkatkan performa mesin, dibanding yang menggunakan karburator. Itulah kenapa 70km/l bukan lah hal yang mustahal.

Dengan kapasitas tampung bahan bakar yang banyak, jarak tempuh juga semakin jauh.

Untuk etape jogjakarta – Semarang, beda pula kisahnya. Untuk detail acara Media Gathering & Test Ride-nya bisa dibaca di sini

Yes, this stuff¬† is real, and it’s magic

2 thoughts on “Look Ma, It’s Magic!

  1. utk konsumsi bbm jogja-smg aku belum dpt infonya jadi blom tau seberapa irit caraku berkendara, tp dari indikator sih jarum hanya bergerak setengah, artinya sangat irit utk skutik…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s