Antara Motivasi dan Ibu Hamil

“Apa yang akan terjadi dengan saya, jika sesuatu yang buruk menimpa diri saya?

Bagaimana hidup saya? Bagaimana bisnis saya?

Apakah hidup seperti ini yang sebenarnya saya inginkan?

Saya masih muda, saya ingin memiliki hidup yang lebih menyenangkan,

membahagiakan, dan lebih bernilai.

Saya tidak ingin bekerja pagi sampai malam, Senin sampai Jum’at, sepanjang hidup saya!

Banyak hal-hal lain yang ingin saya lakukan!”.

Hingga pada suatu hari, saudara laki-laki saya, seorang Arsitek terkenal, datang kepada saya, dan membeberkan semua rahasia dan cara untuk mendapatkan kehidupan yang lebih menyenangkan dan bernilai tinggi.

Rahasia dan cara yang telah membuat saya dan saudara laki-laki saya menjadi Milyarder, menikmati hidup yang lebih menyenangkan tanpa tekanan dan keharusan untuk bekerja!

 

 

Hebat gak ? tapi sayangnya bukan aku yang mengatakannya. hanya copas dari seorang klien web desain ku.. haha… kemaren dapet proyekan buat site nya. Jadi tergugah juga baca materinya. Hebat eyh.. Emang, orang-orang keturunan chinesse kebanyakan otaknya selangkah lebih maju (*berarti bukan di dalam kepala dong..?*), meskipun gak semua, meskipun lagi, gak ada orang-orang pribumi atau non chinesse yang seperti itu.. tetep ada.

Secara tidak langsung aku mau gak mau harus mau ngebaca materinya. Serius, gairah hidup langsung termotivasi. Semangat makin membara (* tapi kayaknya cuman sesaat setelah membaca.. i hope not! *). Sadis emang orangnya, semuanya dia karang sendiri, sampe e-book nya banyak banget, bikinan dia sendiri.

Iseng kutanya. “Kok gak dijual aja pak, e-book nya ?”.

“Mau dijual berapa? 50rebu? murah banget. 100rebu? sapa yang mau beli..”, jawabnya. Aku cuman cekikikan..

“Yang penting, nyari pasar dulu. Sama kayak kamu, ini kesempatan nyari pasar..”, lanjutnya.

“Kok bisa pak ?”

“Tarifnya jangan mahal-mahal ya..”, jawabnya sambil menepuk punggungku. Halah dasar, rayuan maut.. Direktur gitu loh.. kesempatan buat diperes dompetnya… hehe becanda, paling minta dipinjemin kartu kreditnya aja…

Btw, kemaren ketemu sahabat waktu kuliah tingkat pertama. Udah 1 tahun gak ketemu, gak ngasih kabar, pindah kos gak bilang-bilang. Sekalinya ketemu, dah bunting 6 bulan. Buset..tokcer juga ya.. Sumpah, kaget banget.. udah gede gitu perutnya. Padahal dulu maen sama-sama, ngerjain tugas sama-sama, ujian isinya sama, nilai pun sama, curhat sama-sama, aku malah sempet naksir juga. Sekarang dah mau jadi ibu. masih mending kalo nikahnya ngundang.

Tapi pas ketemu, langsung ditraktir, sebagai ganti acara makan-makan pas nikahan, tapi gak sama suaminya. Jadi gak pede, bawa ibu-ibu hamil… hihi…

8 thoughts on “Antara Motivasi dan Ibu Hamil

  1. “loh…. kenapa sembunyi-sembunyi, bukannya tu cewe gadis yang lu buntingin….”, tanggap wiro. “jangan salah coy, yang itu beda lagi!”, jelas donz. busyet dech. donz tokcer juga nie…….. kwa kakakaka :D/

  2. ri, siapa yang udah nikah??temen kita di INF IPB kah??(n_n)v

    ri, ini link blog ku yg baru..diganti aja ya link yg lama yang co.nr nya diganti ma ini…just klik my name oceh…;)

  3. @Luthfi & day : Yakin 100% itu bukan benihku !

    @Amel : Memey, Mel. masih inget kan?

    @Riyogarta : highervalues.net.

    Thanks All,

  4. Very great post. I just stumbled upon your blog and wished to mention that I have truly loved surfing around your weblog posts.

    In any case I’ll be subscribing for your feed and I am hoping you write
    again soon!

  5. Asking questions are genuinely nice thing if you are not understanding anything completely, but this paragraph provides pleasant understanding yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s