Mohon Maaf Lahir dan Batin

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H. Mohon Maaaf Lahir dan Batin.

Advertisements

Look Ma, Aku Malu Jadi Mahasiswa!

Saya gak habis pikir, jikalau saya menjadi orang tua mahasiswa yang mengacungkan kayu kearah aparat pada gambar di samping. Dibiayain mahal-mahal untuk kuliah di ibukota, bukanya membanggakan ortu, malah bikin cemas.

Semenjak pemerintah benar-benar menaikan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi, demo menolak kebijakan tak populer pemerintah menjamur, mulai dari ibu-ibu rumah tangga hingga anggota DPR, tak ketinggalan mahasiswa. Saya sejujurnya juga gak kepingin harga BBM bersubsidi naik. Tanyalah kepada siapapun, siapa yang ingin membeli BBM lebih mahal daripada hari kemarin.

Saya setuju jika mahasiswa membela rakyat kecil. Saya setuju jika mahasiswa berpihak kepada rakyat miskin yang semakin terjepit himpitan ekonomi. Tapi tidak dengan anarkhisme. Mau pake alasan SBY-JK menaikan harga BBM? Duh.. apa gak baca koran atau berita? katanya mahasiswa? Tau kan kalau harga BBM tanggal 29 Mei 2008 berada dikisaran US$ 130/barrel? Tau kan kalau itu dipicu oleh melemahnya ekonomi AS yang notabene sebagai konsumen produk minyak terbesar didunia? Tau kan kalau Cina lagi rakus minta BBM untuk persiapan Olimpiade Beijing Agustus besok? Katanya mahasiswa? Mestinya protes sama pemerintah AS atau China. Mau bilang Indonesia kaya minyak? Lha para aset bangsanya pada sibuk demonstrasi, bukanya belajar yang serius, cepat lulus. Katanya mahasiswa?

Continue reading “Look Ma, Aku Malu Jadi Mahasiswa!”

Look Ma, BBM Makin Mahal!

Finally, nge-Blog lagi….

Akhir-akhir ini isu kenaikan harga BBM sedang panas-panasnya (bukan hangat lagi). Di sana sini mahasiswa berdemo menolak kenaikan BBM. 2005 lalu, saya pernah nge-post masalah ini, dan terulang lagi, memang fenomena yang menarik untuk berhenti kopdarkembali nge-blog.

2005 lalu, harga minyak mentah di pasaran dunia meningkat jadi US$69/barrel, yang mau tak mau pemerintah harus menaikkan harga BBM nasional demi menyelamatkan keuangan negara. Kali ini harga minyak mentah terus melambung tinggi, melewati US$110/barrel. Lagi-lagi pemerintah tak punya pilihan kecuali menaikkan harga BBM.

Bukankah Indonesia termasuk penghasil minyak mentah? Kenapa harus kebakaran jenggot dengan melambungnya harga minyak mentah dunia? Mestinya kita senang dong, bisa memanfaatkan peluang untuk meraih windfall profit.

Continue reading “Look Ma, BBM Makin Mahal!”

Look Ma, eXtra Large!

Extra LargeExtra Large (XL), Antara Aku, Kau dan Mak Erot. Film lokal teranyar besutan sutrada Monty Tiwa, yang sekaligus juga penulisnya. Dalam benakku, film ini pasti berorientasi seksualitas, seperti Quickie Express atau Kawin Kontrak, lagi ngikutin musim semata. Paling-paling dibumbui sedikit humor.

Scene pertama sudah ada adegan ‘mobil bergoyang’. Meskipun tidak jelas, tapi ini sudah membuktikan kalau ini adalah merupakan adegan sepasang manusia sedang bercinta. Dari sejak pertama pula, saya menjudge kalo film ini tidak lebih dari sekedar dari cerita tanpa arti, yang sedikit renyah. Tapi penilaian tersebut berubah setelah keluar dari studio 1 Grand 21 Solo Grand Mall.

Dua hari sebelumnya, saya terlibat adu mulut dengan kekasihku, yang membuat kami agak dingin untuk beberapa hari kedepan. Jadi terpaksa nonton eXtra Large seorang diri. Dan saya merasa beruntung banget sempat menonton film ini. Entah karena kebetulan, tokoh dalam film tersebut bernama intan, seorang pe’cun yang disewa Deni dalam rangka Praktek Kerja Lapangan. Dan ternyata kekasihku juga namanya Intan. pertama gak percaya, kemungkinan salah dengar, tapi seterusnya saya yakin tokoh tersebut bernama Intan. Dan akhirnya saya mengacungi 2 jempol untuk Monty Tiwa (kalo tambah 2 jempol lagi, takut dikira gak sopan). Ia tidak sekedar menyuguhkan film pelepas stress dan jenuh, tapi juga menyelipkan arti besar dibalik ceritanya.

Continue reading “Look Ma, eXtra Large!”

Look Ma, Lawang Sewu!

Rabu kemarin (6/2) temen-temen Loenpia.net dapat serangan sporadis dari cahandong yang bermarkas di Jogjakarta. Antara lain, Zam, Anto, Alex, Leksa, Goen, Pangsit dan Gandung.

Serangan cahandong juga dibantu kemudian oleh Mas Iman. Tentu saja teman-teman Loenpia tidak mau tinggal diam, rencana penyambutan sudah diatur sedemikian rupa, meskipun faktor cuaca sedikit mengganggu rencana yang sudah disusun dengan rapi.

Teman-teman CA tiba di gerbang kota Semarang kira-kira pukul sepuluh malam, saya batal mengusung senjata. Karena hujan di malam tahun baru Imlek cukup deras. Akhirnya teman-teman CA berhasil menembus pertahanan, dan dengan sukses menguasai pos pertahanan terdepan, rumah Adi Didut.

Pagi harinya, ada serangan susulan dari ibukota negara, kali ini lewat serangan udara. Saya, Faniez dan Munip sudah bertekad akan ‘menyambut’ dengan ranpur. Tapi apa mau dikata, cuaca juga tak bersahabat. Mas Iman sudah bergabung dengan CA dan rekan-rekan Loenpia yang ‘tertawan’ di pos Gombel. Mau tidak mau , saya dan Faniez menyerahkan diri bersama kendaraan. Setibanya di pos Gombel, ternyata teman-teman CA beserta Mas Iman dan seorang tawanan, Fian, sedang melakukan penyerangan ke Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong, tetapi menurut kabar, tempatnya dilindungi oleh kabut tebal.. Continue reading “Look Ma, Lawang Sewu!”

Look Ma, Im Dreaming!

Crying - Skrinsut dari The Witch

Sesuai jadwal akhir minggu, tim betemen Loenpia.net mencoba peruntungan melepas penat dengan bermain PlayStation di rumahku. Dimulai dengan selepas Isya’ hari sabtu, hingga menjelang Maghrib keesokan harinya. Kebetulan, kemarin diisi dengan acara belah makan durian, jadi ada sebagian yang mabuk durian, ada yang kemudian terlelap hingga Maghrib, ada juga yang saluran pembuangannya mampet, alias emisi buangannya tidak mau keluar. Hingga akhirnya ada Lowo, H4rs, Teguh dan Niff yang masih tersisa hingga pukul sepuluh malam, melewati batas waktu jam operasional tim betemen.

Tentunya sudah tidak ada lagi tenaga tersisa pada saat itu, mengingat pagi harinya, beberapa dari tim betemen bermain polo air di kolam renang. Lengkap sudah penderitaannya, badan pegal-pegal gak karuan, stamina yang tinggal menyisakan ‘Emergency Use Only‘ ditambah keharusan beraktifitas pada senin pagi. Pak dhe h4rs akhirnya memutuskan menginap lagi di rumahku. Setelah sedikit kerja bakti, it’s time to sleep, kamar sudah ku-set agar bersuhu sedingin bandungan, 19 derajat celcius, demi atas nama kenyenyakan tidur.

Continue reading “Look Ma, Im Dreaming!”

Look Ma, no meat!

Apa jadinya kalau pizza toppingnya tanpa ada secuilpun daging?

dsc00232.jpg dsc00233.jpg dsc00234.jpg
Bagi saya sih, it’s delicious, rasanya lebih alami, lebih nendang.. lebih nendang karena rasa bawang putih lebih dominan, cita rasa manis didapat dari irisan kecil tomat. Irisan Black Olive memberikan sedikit sensasi asam dilidah. Jamur pun dilengkapkan sebagai pengganti daging. Itulah kesan pertama ketika mencoba Italian Veggie-nya salah satu warung pizza di Semarang. Meskipun Delivery, pizza masih tetap hangat, karena jarak waktu antara pemesanan hingga tiba ditanganku terbilang cukup singkat, hanya 30 menit.

Meskipun tanpa daging, apakah Italian Veggie cocok dikonsumsi harian? Ummm.. pastinya istri dompet anda akan teriak kalau Italian Veggie dikonsumsi harian.