Category: Arsenal

Shoot ’em all!

Arse masih menduduki peringkat teratas Liga Premier Inggris. Apalagi setelah menghancurkan Derby County 5-0 di Ashburton. Hat-trick dari Emmanuel ‘Daddy’ Adebayor dan gol oleh Diaby serta Cesc makin mengukuhkan posisi Arsenal di puncak klasemen sementara, apalagi setelah Liverpool hanya bermain imbang melawan Birmingham, beda 4 poin. Lumayan buat tabungan.

Arsenal harusnya sudah bisa memimpin sejak menit ke empat ketika Walcott melakukan solo run di sayap kiri melakukan umpan silang rendah ke ‘Daddybayor’ yang tanpa pengawalan, tapi sayangnya tembakan replika dari Nwankwo Kanu itu gagal menemukan sasaran. Tapi pada menit ke sepuluh, Arse sudah bisa memimpin melalui tendangan keras Diaby yang terkenal dengan Long-range net-busters di pojok atas gawang. Beberapa menit kemudian Diaby kembali muncul di tempat yang sama dan dengan kesempatan yang sama. Para penonton bergemuruh, tapi tendanganya berhasil Abou Diabydiantisipasi sebelum di-clear oleh pemain derby.

Permainan Arsenal yang bertipe free-flow sore itu sangat apik. Sangat tajam, dan passing mereka sangat akurat, seperti ada daya magnet antara pemain dan bolanya. Menit ke-25, Adebayor membuat unggul 2 gol atas Derby. Kemudian di menit 50. Dan Cesc menyetak gol di menit 70, gol ke 7 musim ini, 5 pertandingan berturut-turut. Kemudian pesta gol ditutup dengan Hat-trick nya si Tall Togolesse di menit 80.

Semoga grafik Arsenal terus menanjak, paling tidak jangan menurun 🙂 . Tinggal Selasa besok Carling Cup melawan Newcastle United (Home)

Images from http://www.premierleague.com

Awesome, Arse!

Mantab!! itulah yang bisa kukatakan setelah Arse unggul tiga gol atas juara UEFA Cup kemarin. Cukup tiga gol, untuk memberi pelajaran kepada Sevilla FC yang baru melewati pertandingan pertamanya di kompetisi UEFA Champions League (Dahulu, bernama UEFA Champion Club’s Cup), bahwa Liga Champions tidak semudah Piala UEFA.

We didn’t concede and we looked more mature tactically than one year ago.
We have to keep our feet on the ground and believe we can improve in a lot of areas.
[Arsene Wenger]

Apa yang terjadi dengan Sevilla FC ?

Review : Goal 2

Goal! II Living The DreamWah.. akhirnya kesampean juga nonton goal 2.. yeah Santiago Munez is back!!. Sumpah, edisi yang ke dua ini lebih maknyuss.. lebih mantap, bisa diresapi, bahkan ada pesan moralnya..

Pada edisi pertama Munez(Kuno Becker) mengadu nasib ke tanah Inggris, dan berlabuh di Newcastle United. Kemudian yang edisi kali ini, Munez hijrah ke Real Madrid, Spanyol.

Pas pertama mulai dilihatin highlight Real Madrid vs Barcelona yang berekesudahan 0-4 (musim 2005/2006). Keren banget cinematic view-nya.. Trus management Madrid mulai hunting pemain, dapatlah si Munez ini.

Edisi kali ini, special appearance nya lebih banyak, ada Thomas Gravesen, Iker cassilas, Guti, Beckham. Kisahnya lebih ke pertandingan Liga Champions, meski ada yg pas pertandingan lawan Valencia di SPL. Tapi, yang aku kurang suka, kenapa harus Arsenal lawannya di Final Champions? (*maklum, Gooners) Jadi kayak gak rela kalo Arsenal dikalahin (In fact, we’re much better than them). Jadi semua scene pas pertandingan di tumpang tindih sama ‘real game’ nya. Seperti ketika lawan Arsenal, di Bernabeu, itu sebenarnya highlight Real Madrid vs Arsenal di pertandingan babak 16 besar liga champions 05/06.

Tapi ada yang kurang disini, sepertinya aktornya kurang menguasai peran dalam bermain sepakbola, gaya dribling dan shooting nya terlihat kaku dan aneh. Disispi dengan intrik dramatisasi, membuat Goal 2 menjadi lebih bermakna. Seperti Munez menemukan adik tiri dan ibunya. Ia terlibat affair dengan pemabawa acara TV, hingga adu jotos dengan paparazzi.

Dan ternyata masih ada Goal 3 yang sedang dalam tahap post production, yang mengisahkan Munez di timnas Meksiko dan Gavino di timnas Inggris dalam FIFA World Cup Germany 2006. I must see..

©Image belong to movieposter.com

 

Oot : Selamat buat mbak della,[2] yang resmi diperistri oleh Irfan Hakim, selamat menempuh hidup baru

Thanks Henry

Farewell Highbury 2006

I’ve never played in Spain and never will. This is my last contract. – Thierry Henry, May 2006

I still have to pass a medical on Monday. But yes, I have chosen Barcelona. I am going to sign there for the next four seasons … for the football they play, their history, their stadium. For Frank Rijkaard, who I grew up watching. –Thierry Henry, June 2007.

Akhirnya, nasib Thierry Henry musim depan di Arsenal terjawab. Barcelona akhirnya yg beruntung mendapatkan tanda tangan Henry seharga 16 juta poundsterling. Situasi internal Arsenal yang tidak kondusif menyebabkan Henry tak betah. Awalnya Vice-Chairman Arsenal, David Dein mengundurkan diri beberapa bulan sebelum musim lalu berakhir. Padahal, David Dein ini yang membawa Arsene Wenger ke Arsenal, dari Nagoya Grampus tahun 1996. Sebenarnya kontrak Arsene Wenger juga habis musim lalu, tetapi ia hanya bersedia memperpanjang kontrak selama 1 tahun kedepan. Selanjutnya? Wenger tidak bisa memastikan.

Situasi inilah yang menyebabkan Henry ‘ingkar janji’ dan beberapa pemain gerah. Fabregas misalnya, ia sudah menyatakan akan mengikuti kemanapun Arsene Wenger pergi. Henry berpendapat, umurnya musim depan telah 31 tahun. Akan susah mendapatkan klub bagus pada saat umur segitu.

David Dein is no longer there and there is no denying the fact this has de-stabilised the team and the manager. Arsene Wenger has said that at this moment he will not commit to the club past the expiration of his current deal, which finishes at the end of this coming season.
I respect his decision and honesty but I will be 31 at the end of next season and I cannot take the chance to be there without Arsene Wenger and David Dein.

Barcelona sudah sejak musim lalu naksir dengan Henry, meskipun musim lalu Henry sempat memperpanjang kontrak hingga 2010. Meski sempat didekati Milan, dan pernah menggugat tabloid France Football dengan berita yang tidak benar, akhirnya Barcelona harus membukukan cek senilai 16 juta Poundsterling untuk Henry.

Henry_ApplausThierry Henry, pemegang rekor penampilan di eropa sebanyak 78 caps. Rekor 226 gol, 41 di kancah eropa. Rekor 30 gol dalam semusim (2003/2004). Rekor 7 kali mencetak Hattrick. Lahir pada tanggal 17 Agustus 1977, berkewarganegaraan Prancis. Debut bersama Arsenal pada 7 Agustus 1999. Henry menjadi skipper Arsenal semenjak ditinggal Patrick Vieira ke Juventus, tiga musim lalu.

Thanks Henry, 8 tahun merupakan waktu yang sangat lama, kami menghargai keputusanmu. Terima kasih atas semua jerih payahmu. dua kali double winner, final UEFA Cup, final Champions League, Incredible 49 unbeatable games. Respek kami untukmu.
Jangan pernah lupakan kami; Gooners.

Selamat berjuang dengan klub barumu. Doakan yang terbaik bagi Arsenal.
“You’ve Been Here!”

But I will miss the Arsenal fans dearly, they have supported me through thick and thin.
They will always be in my heart, as will all the fans who make the game here so special. I will always have a special bond with Arsenal Football Club.

©Photo from atomicshield.

Arsenal : From Hero To Zero

s_blackburn.gifHarapan Arsenal melanjutkan catatan positifnya gagal diraih. Dijamu Blackburn Rovers di Ewood Park, Sabtu (25/2/2006), The Gunners harus tunduk 0-1 lewat gol tunggal Morten Gamst Pedersen.

Catatan positif yang dimaksud adalah kesuksesan memetik kemenangan di kandang lawan. Seperti diketahui, Rabu (22/2/2006) dinihari lalu, Arsenal berhasil menekuk Real Madrid 0-1 di Santiago Bernabeu pada laga Liga Champions. Sayangnya kemenangan tersebut gagal berlanjut di kancah domestik.

Hasil ini membuat langkah Arsenal masuk zona empat besar semakin berat. Pasalnya hingga laga ke-27 mereka torehan poin tim asuhan Arsene Wenger itu tetap di angka 41.

Namun tidak bagi Blackburn. Kemenangan tersebut mengangkat posisi mereka di klasemen dengan berada di peringkat lima plus raihan 43 angka, menggeser Arsenal yang saat ini berada satu strip dibawahnya.

Adalah Pedersen yang menjadi perusak mimpi Arsenal meraih poin di Ewood Park. Golnya di menit 18 gagal disamakan Thierry Henry cs hingga babak kedua usai.

Aksi Craig Bellamy sebagai penggagas gol tersebut juga patut dipuji. Setelah menerima bola, striker Blackburn ini langsung merangsek ke kotak penalti Arsenal dari sisi kanan dan mengelabuhi bek Phillippe Senderos.

Beberapa saat sebelum mendekati gawang Bellamy mengirim bola mendatar ke tengah gawang dan Pedersen langsung menyambutnya dengan sontekan kaki kiri. Jens Lehmann pun tidak bisa berbuat banyak dan harus rela gawangnya bobol.

Namun Pedersen harus membayar mahal atas golnya tersebut. Saat mencetak gol, ia terlihat ‘salah jatuh’ yang membuat kakinya cedera. Satu menit berselang Pedersen pun harus meninggalkan lapangan dan digantikan oleh Sergio Peter.

Tertinggal satu gol membuat Henry Cs berusaha bangkit mengejar ketertinggalan. Namun tembok terakhir Blackburn, Brad Friedel, tampil ciamik di bawah mistar.

Memasuki babak kedua, Friedel makin kesetanan menunjukkan aksinya. Tercatat empat peluang matang Arsenal berhasil digagalkannya.

Peluang pertama diraih Cesc Fabregas pada menit ke-67 yang disusul Emanuel Adebayor tiga menit kemudian. Namun Friedel berhasil menggagalkannya.

Peluang yang dimiliki Robert Pires dan Emanuel Eboeu juga gagal menemui sasaran setelah tendangannya hanya melambung diatas mistar gawang. Arsenal pun mengalami kebuntuan hingga memasuki masa injury time.

Blackburn yang mengalami tekanan hebat di babak kedua tidak tinggal diam. Satu peluang matang diraih Bellamy di penghujung babak kedua, sayangnya Jens Lehmann berhasil menggagalkannya. Skor 1-0 untuk Blackburn pun tetap bertahan hingga usai pertandingan. (Sumber : Detik)