Look Ma, Lawang Sewu!

Rabu kemarin (6/2) temen-temen Loenpia.net dapat serangan sporadis dari cahandong yang bermarkas di Jogjakarta. Antara lain, Zam, Anto, Alex, Leksa, Goen, Pangsit dan Gandung.

Serangan cahandong juga dibantu kemudian oleh Mas Iman. Tentu saja teman-teman Loenpia tidak mau tinggal diam, rencana penyambutan sudah diatur sedemikian rupa, meskipun faktor cuaca sedikit mengganggu rencana yang sudah disusun dengan rapi.

Teman-teman CA tiba di gerbang kota Semarang kira-kira pukul sepuluh malam, saya batal mengusung senjata. Karena hujan di malam tahun baru Imlek cukup deras. Akhirnya teman-teman CA berhasil menembus pertahanan, dan dengan sukses menguasai pos pertahanan terdepan, rumah Adi Didut.

Pagi harinya, ada serangan susulan dari ibukota negara, kali ini lewat serangan udara. Saya, Faniez dan Munip sudah bertekad akan ‘menyambut’ dengan ranpur. Tapi apa mau dikata, cuaca juga tak bersahabat. Mas Iman sudah bergabung dengan CA dan rekan-rekan Loenpia yang ‘tertawan’ di pos Gombel. Mau tidak mau , saya dan Faniez menyerahkan diri bersama kendaraan. Setibanya di pos Gombel, ternyata teman-teman CA beserta Mas Iman dan seorang tawanan, Fian, sedang melakukan penyerangan ke Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong, tetapi menurut kabar, tempatnya dilindungi oleh kabut tebal..

Akhirnya, serangan dialihkan menuju Sampookong, istana Laksamana Cheng Ho, meski dengan cuaca buruk. Kali ini rekan-rekan Loenpia ikut serta. Lagi-lagi tempat ibadah tersebut tidak dapat dijajah keseluruhan, hujan deras memaksa kami terpaku di pendopo paling depan. Meskipun begitu, amunisi kami sudah diambang limit. Apalagi mayoritas rekan-rekan Loenpia tidak sempat mempersiapkan amunisi pagi. Jadilah kami semua ngeluruk ke depo amunisi, di belakang BI Pahlawan, Ayam Kendil.

Setelah semua amunisi dirasa melebihi cukup (Thanks to Mas Iman yang udah menanggung semua biaya kerusakan), saat nya menggempur Lawang Sewu. Bangunan tua yang sangat terkenal karena keangkerannya (juga sejarahnya). Terletak ditengah-tengah kota Semarang.

Ternyata kami sukses menggempur Lawang Sewu, mulai dari lantai teratas hingga titik terbawah, sukses kami jajah. Dan untungnya, tidak ada serangan balasan dari penghuni Lawang Sewu.

Pesona Lawang Sewu sungguh mengagumkan, bangunan tua yang masih eksis hingga sekarang. Akan lebih mempesona lagi jika dibiarkan kosong, supaya kesannya yang gagah dan kokoh tidak hilang. Terlebih petualangan di penjara bawah tanah. Yang pada masa penjajahan kolonial belanda, berfungsi sebagai pendingin bangunan. Tetapi pada masa Jepang, beralih fungsi menjadi ruang eksekusi mati para tahanan. Bisa dibayangkan ruangan 1×1 meter yang dijejali 6 orang dewasa, yang sebelumnya sudah disiksa, kemudian dibiarkan mati di penjara berdiri.

Saya hanya mendokumentasikan video, untuk foto-foto, mungkin tersedia di blog pasukan yang lain. Thanks to Lowo atas video bawah tanahnya

Jujur, saat mengedit video ini, saya merinding setengah mati, takut kalau saya ternyata merekam pergerakan penghuni Lawang Sewu. Untungnya tidak ada. Meski begitu, tetap saya merasa seram, malam jum’at gitu lho..

Dan ternyata video nya lebih sip kalo diliat yang versi high Quality, apa daya upstream ku kecil. Teman-teman Loenpia yang mau video HQ nya bilang aja(HQ : 1,069GB).

Update : Silahkan Download videonya kualitas Medium, Thanks to Teguh
[Link] [Link]

26 thoughts on “Look Ma, Lawang Sewu!

  1. Terimakasih atas sambutannya, ditunggu kedatangannya di nDoyokarto Hadiningrat.

    Wah seru nih pelemnya, bagi dong ……. (boleh ditampilin di blogku gak?)

    .::he509x™::.

    Monggo, dengan senang hati.. vidionya di klik aja, ada link buat ngembed

  2. Riw, sori kalo video bawah tanahnya gak jelas
    maklum, itu kali pertama lowo pegang handycam, taunya cuman “record” and “stop doank..
    berada di barisan terakhir dng air setinggi hampir se-lutut dan oksigen gak sehat plus di kegelapan bikin merinding… suer ewer ewer…. dan sialnya, di tengah perjalanan daku ga bisa nge-shoot apa2, coz tampilan layar kamera gelap semua, eh… ternyata dari tadi daku gak sengaja mencet tombol zoom.. :((
    thnks juga tuh ama antogirang yg udah bantuin benerin zoomnya😀

    Gpp Wo, yg penting gambarnya masih enak buat ditonton

  3. waduw.. liat capture awalnya aja udah serem..
    duh liat gak ya.. ntar kalo tiba2 ada penampakan gimana donk..😦

  4. Nah, kapan-kapan anak Loenpia yang menyerbu Jogja🙂

    Sayang nggak bisa lihat vidionya. maklum, fakir benwith. Lagi pake hotspot gratisan di alun-alun Pati

  5. Pingback: jengjeng matriphe!
  6. lawang sewu.. hiii serrreeeemmm….😦

    emang seh, bangunannya lebih bagus kalo tetep terkesan tua.
    tp menurut gw, alangkah lebih bagus kalo bangunannya dirawat… masak cat-nya dah pada ngelupas githu…😦

    ** tapi walopun di cat ulang keknya kesannya tetep angker **

  7. huhu lawang sewu memang mistis mas!
    aku wedhi mlebu bawah tanah, selain iku yo pas ra nduwe dhuwit:)
    mas apa kabar? kangen…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s