Semarang Rasa Jakarta

Duh, sebulan gak posting.. dikarenakan ISP langganan hotspotku tutup tanpa sebab, alias udah gak jualan internet lagi..

Sore tadi, sekitar habis maghrib, aku merencanakan ke Computer Centre Simpang Lima, berniat mencari kertas inkjet double side untuk bikin kartu ucapan ultah. Biasanya, semacet-macetnya Semarang, gak akan menyamai macetnya kota Jakarta. Tetapi sore ini berbeda, mulai dari simpang enam kalibanteng, kemacetan sudah terasa, banyak polisi bertebaran. Kemacetan total mulai terasa di sekitar jembatan Banjir Kanal, persis seperti ketika menjalani hari-hari di Jakarta, ketika melewati kawasan Semanggi. Ternyata, di Museum Perjuangan Tugu Muda, ada acara, entah apa persisnya. Apapun acaranya, setidaknya sudah membuat orang Semarang melatih kesabaran.

Setelah berhasil mendapatkan kertas Inkjet tersebut, segera kubergegas pulang. Tapi apa mau dikata, hujan sudah mengguyur, dua minggu terakhir, Semarang sudah memasuki musim hujan, hampir setiap malam, hujan membasahi tanah Semarang. Sambil menunggu hujan reda, aku mengunjungi stand Timezone. Dan ternyata, ada promosi hebat: “Bonus 100%”, artinya ketika mengisi saldo, saldo kita bertambah dua kali lipat! akhirnya nabung, lumayan, jarang banget punya saldo Timezone 6 digit berderet. Tak terasa jam menunjukan angka 21.

Si bebekTernyata, hujan tak juga kunjung berhenti.. malah makin menjadi. Bahkan yang membuat aku takjub, banjir Boo… setinggi betis ku.. Memang ternyata kawasan simpang lima langganan banjir. Februari lalu aku juga pernah kena banjir, gak bisa pulang, nginep di kantor, di Kelapa Gading😦 gara-gara gak bisa ngelewatin air. Malam ini juga begitu. Aku kepikiran ‘bebek suntik’-ku, duh, jangan sampe mesin kerendam, masalahnya, mesinnya bukan pake karburator.. ribet! Setelah menjenguk posisi motor yang terparkir tepat di bawah jembatan penghubung simpang 5 – CL, mesin sudah terendam setengah.. mulai khawatir. Setelah di ‘selah’ sedikit, Alhamdulilah, si bebek bernapas lagi. Sempat juga aku membantu seseorang yang kesulitan menghidupkan ‘bebek’-nya. Akhirnya, ngrasain juga banjir di Semarang, yang selama ini cuman dengar dari berita saja…

Dan ternyata, tak perlu ke Jakarta kalo hanya ingin ngerasain macet dan genangan air yang menakutkan

8 thoughts on “Semarang Rasa Jakarta

  1. oooww. itu pas acara peringatan pertempuran 5 hari di semarang ri.

    “bebek suntik” baru ngeh setelah baca bawahnya “injection” ngono ta😛

  2. hujannya merata di berbagai kota, termasuk jogja… bahkan di negara tetangga..
    di jogja juga ada macet, kemarin pas aku baru dateng dan lewat jalan gejayan, ada proyek ng’aspal.
    ternyata banyak yang sama ya, bo’…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s